![]() |
|
|
Teori Audio |
|
Target rancangan utama adalah mengusahakan system akhir yang dapat
merepro frekuensi audio serendah mungkin yang disebut rancangan optimal, tetapi karena woofer pada umumnya optimal pada frekuensi
rendah, maka untuk melengkapi mata rantai frekuensi audio 20 Hz- 20 kHz, kita masih memerlukan alat reproduksi suara lain
yang akan dapat secara optimal melakukan tugasnya secara efektif, baik di frekuensi menengah maupun tinggi. Apabila kita amati
frekuensi audio dapat kita bagi kedalam 3 golongan besar, yaitu : bass, midrange, treble, yaitu golongan frekuensi rendah,
menengah dan tinggi. Tetapi karena sampai saat ini belum ditemukan sebuah speaker yang dapat merepro suara dari 20 Hz - 20
kHz, maka perlulah kita menggunakan beberapa jenis speaker untuk keperluan tersebut, seperti: woofer untuk bass, mid-driver
untuk midrange, dan tweeter untuk treble. Tetapi karena masing-masing driver tersebut juga memiliki keterbatasan, maka untuk
memperoleh hasil optimal, kita perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa faktor baik yang mendukung maupun yang merugikan. Driver bandwidth dan crossover frekuensi Salah satu faktor terpenting dalam merancang crossover, adalah
driver bandwidth atau disebut juga lebar jalur yang artinya, kemampuan sebuah driver untuk merepro frekuensi audio dari yeng
terendah sampai yang tertinggi tanpa distorsi, yang untuk bagian bawah biasanya dibatasi oleh Fs (frekuensi resonansi) dan
bagian atas oleh ukuran fisik dan mekanis driver tsb. Setelah keterbatasan driver
tersebut diketahui, tentunya kita tidak akan membiarkan driver tersebut bekerja
diluar batas kemampuannya dengan menentukan titik potong crossover yang salah, karena hanya akan menghasilkan suara yang cacat
dan dapat merusak drivernya sendiri. X-Over Formasi system 2 way dan 3 way. Yang manakah yang terbaik dari kedua system diatas? Ada segolongan
yang menyatakan 2 way yang terbaik, karena semakin sedikit driver, berarti semakin sedikit titik potong crossovernya dan akan
semakin seragam pola suaranya. Golongan lain menganggap, system 3 way atau lebih merupakan system terbaik, karena masing-masing
driver dapat bekerja secara optimal, jauh dari keterbatasan bandwidthnya, sehingga mengurangi resiko cacat atau distorsi terutama
untuk level tinggi-tinggi. Jawabnya, terserah anda, karena semua rancangan tergantung untuk apa akan digunakan, sebagai contoh,
sebaik dan semahal-mahalnya sebuah speaker high-end tentunya akan rusak bila digunakan dilapangan. Midrange Adalah bagian menengah dari freuensi audio, yang lebar jalurnya
antara, 200 - 4000 hertz, dan akan direpro oleh woofer pada system 2 way, dan oleh mid-bass atau mid-driver pada system 3
way atau lebih. Driver untuk midrange sendiri dapat bermacam-macam, dapat menggunakan woofer kecil yang ditempatkan pada ruangan
tersendiri, midrange driver berbentuk konus, maupun midrange driver berbentuk kubah (dome), yang masing-masing punya kelebihan
dan kekurangan, tergantung keperluan, dan untuk apa rancangan ini akan digunakan. Tweeter Seperti juga midrange driver, saat ini ada banyak jenis tweeter
sesuai perkembangan teknologi dibidang audio, ada yang masih berbentuk konus, ada dome,
dan dari system magnetnya ada yang dari jenis piezo elektrik, elektrostatik, dll. Masing-masing jenis tersebut memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing dan berbeda-beda pula cara menanganinya. |
|
Parameter penentu titikpotong cross-over Frekuensi resonansi driver (Fs), merupakan parameter utama dalam pemilihan
driver dan penentuan titik potong cross-over (cut-off frequency), yang berikutnya kurva impedansi, yaitu variasi impedansi
driver dalam jalur peruntukannya. |
|
DIBUAT UNTUK MEREKA YANG CREATIVE |